Sunday, March 28, 2010

Dialog

Definisi Dialog

           Secara umum, dialog merupakan percakapan antara dua orang atau lebih. Sedangkan dalam konteks perencanaan user interface, dialog adalah struktur dari percakapan antara user dan sistem komputer. yang dimaksud percakapan disini adalah pertukaran instruksi dan informasi dari user ke sistem komputer.
Bahasa Komputer dibagi atas 3 tingkatan, yaitu :
1. Leksikal 
     Merupakan tingkatan yang paling rendah. 
     Yaitu bentuk icon pada layar. 
     Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan bunyi dan ejaan suatu 
        kata. 

2. Sintaksis 
     Yaitu urutan dan struktur dari input dan output. 
     Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan grammar suatu kalimat. 

3. Semantik 
     Yaitu arti dari percakapan yang berkaitan dengan pengaruhnya 
     pada struktur data internal komputer dan/atau dunia eksternal. 
     Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan arti yang berasal dari 
     Partisipan dalam percakapan.
Dialog Manusia – Komputer: 
 
 Berbeda dengan dialog antar manusia pada umumnya, dialog dengan komputer biasanya               terstruktur dan terbatas. 

 Beberapa ciri-ciri dari dialog terstruktur yang nantinya ditemukan dalam dialog komputer: 
    • Menyebutkan beberapa hal tertentu secara berurutan. 
    • Beberapa bagian dari dialog dilakukan secara bersamaan. 
    • Dialog berikutnya tergantung pada respon dari partisipan. 
    • Dialog terstruktur biasanya tidak langsung menuju pada arti kata-
    • katanya / semantik tapi pada level sintaksis. 
Aturan dalam perancangan dialog
1. Pegang teguh konsistensi
Informasi disusun dalam formulir-formulir, nama-nama dan susunan menu,ukuran dan bentuk dari ikon,dll, semuanya harus konsisten.Misalnya konsistensi di dalam menu bar untuk File, Edit dan Format

2. Sediakan shortcut bagi pengguna aktif
Shortcut akan memudahkan user dalam penghematan waktu untuk bekerja pada suatu aplikasi.
3. Sediakan feedback yang informative
Setiap aksi dari user harus ada feedback dari computer untuk menunjukkan hasil dari aksi tersebut. Misalnya jika user meng-“click” sebuah button harus secara visual ada perubahan bentuk atau bisa berupa bunyi yang menunjukkan computer telah meresponnya.

4. Sediakan error handling yang mudah
Error dapat menjadi masalah yang serius, sehingga desaigner harus mencoba mencegah user membuat error.

5. Ijinkan pembatalan aksi
• User memerlukan bahwa ketika mereka sudah memilih opsi dan membuat aksi, aktivitas itu dapat dibatalkan atau kembali ke kondisi sebelumnya dengan mudah 
• Mengijinkan user untuk belajar tentang sistem dengan melakukan eksplorasi 
• Jika mereka melakukan kesalahan, mereka dapat membatalkan aksinya 
• Jika user akan menghapus sesuatu yang substansial (mis: sebuah file), sistem harus meminta konformasi terhadap aksi tersebut 

6. Sediakan fasilitas bantuan (help)
• User yang berpengalaman menginginkan bahwa mereka yang mengendalikan sistem dan sistem merespon mereka. Segala sesuatu yang mereka tidak tahu rasanya ingin segera mendapat jawabannya, oleh sebab itu fasilitas “help” penting untuk menolongnya agar segera mendapatkan solusi 
• User yang tidak berpengalaman ketika mengalami kesulitan dalam mengeksplorasi sistem juga perlu mendapat pertolongan yang mudah dan sederhana, fasilitas “help” yang lengkap, mudah dioperasikan akan menolong mereka mengatasi kesulitannya 

7. Kurangi beban ingatan jangka pendek
• Orang mempunyai keterbatasan pada short-term memory-nya 
• Orang hanya mengingat sekitar 7 chunk informasi pada satu saat 

RAGAM DIALOG
Ragam dialog adalah kemampuan untuk memahami berbagai sistem interaktif yang digunakan selama ini.
Karakteristik Umum Ragam Dialog :
  1. Inisiatif
    Inisiatif oleh komputer : user memberikan tanggapan atas prompt yang diberikan oleh komputer
    Inisiatif oleh user : user mempunyai sifat keterbukaan yang luas dalam artian user diharapkan agar dapat memahami sekumpulan perintah yang harus ditulis menurut aturan (sintaks) tertentu.
  2. Keluwesan
    Tidak hanya dilihat dari kemampuan sistem menyediakan sejumlah perintah-perintah yang memberikan hasil sama, tetapi bagaimana sistem dapat menyesuaikan diri dengan keinginan pengguna dan bukan sebaliknya.
  3. Kompleksitas
    Keluwesan harus dibayar dengan kompleksitas implementasi yang tinggi, oleh sebab itu perlu pembatasan kompleksitas dengan cara TIDAK membuat antarmuka lebih dari yang diperlukan karena tidak ada keuntungan darinya
  4. Kekuatan
    Didefinisikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan oleh sistem untuk setiap perintah yang diberikan oleh user. Aspek ini dapat berbenturan dengan aspek keluwesan dan kompleksitas
  5. Beban informasi
    Penyampaian informasi dalam dialog yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
  6. Konsistensi
    Suatu atribut yang dapat mendorong user mengembangkan mentalitas dengan cara memberikan semacam petunjuk untuk mengeksplorasi pengetahuan tentang pemahaman perintah-perintah baru dengan opsion yang sudah ada
  7. Umpan balik
    Kemampuan untuk memberikan informasi kepada user tentang proses yang sedang berjalan akibat adanya masukan yang dilakukan oleh user
  8. Observabilitas
    Sistem dapat berfungsi secara benar namun nampak sederhana bagi user
  9. Kontrolabilitas
    Sistem yang selalu dalam kontrol user. Dialog yang memiliki sifat ini harus memungkinkan user agar dapat menentukan:
    - Dimana sebelumnya ia berada
    - Dimana sekarang ia berada
    - Kemana ia dapat pergi
    - Apakah pekerjaan yang sudah dilakukan dapat dibatalkan

Perbedaan Dialog Manusia dan Komputer 

manusia :

a. adaptasi
b. kreatifitas
c. pengenalan pola
d. pengetahuan dunia
e. kesalahan manusiawi
f. kesadaran serentak
g. estimasi


Komputer :

a. kalkulasi akurat
b. pengolahan data
c. pengetahuan dominan
d. bebas dari kesalahan
e. pengolahan rutin
f. konsistensi
g. penyimpanan dan 
pemanggilan

Sumber :  http://dewiar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.0
                    http://www.scribd.com/doc/21632554/Rag-Am-Dialog
                    http://www.scribd.com/doc/9023324/IMK
                  











No comments:

Post a Comment