Saturday, April 2, 2011

Abstraksi

Abstrak merupakan ringkasan suatu paper yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apa tujuan dari penelitian yang dilakukan, bagaimana metode atau pelaksanaan penelitian yang dilakukan, apa hasil-hasil yang diperoleh dan apa signifikansi atau nilai manfaat serta kesimpulan dari penelitian tersebut.

Abstrak yang baik harus mencakup tentang permasalahan, objek penelitian, tujuan dan lingkup penelitian, pemecahan masalah, metode penelitian, hasil utama serta kesimpulan yang dicapai.

Cara penulisannya :
1. Tersusun tidak lebih dari 200-250 kata. Namun ada pula yang membatasi abstraknya tidak boleh lebih dari 300 kata.
2. Ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Diawali bahasa inggris jika penulisan keseluruhan paper dalam bahasa inggris, dan diawali bahasa indonesia jika penulisan keseluruhan paper dalam bahasa indonesia.
3. Berdiri sendiri satu alinea
4. Untuk jenis paper hasil penelitian, penulisan abstraknya tanpa tabel, tanpa rumus, tanpa gambar, dan tanpa acuan pustaka.
5. Untuk jenis paper hasil review, penulisan abstraknya boleh mengutip hasil penelitian orang lain dari acuan pustaka.

Kata Kunci
Di bawah abstrak ditulis kata kunci paling sedikit terdiri dari tiga kata yang relevan dan paling mewakili isi karya tulis.

Hal yang perlu ditulis dalam abstrak
Ketika anda menulis sebuah abstrak maka dalam abstrak tersebut harus menjawab beberapa pertanyaan berikut ini :
- Kenapa Anda melakukan penelitian atau proyek ini ?
- Bagaimana dan apa yang telah Anda lakukan ?
-Apa maksud dari temuan Anda itu ?



sumber :
http://www.agungnugroho.net/

Thursday, March 31, 2011

Beberapa Teknik Pengumpulan Data

Dalam sebuah penulisan ada beberapa teknik pengumpulan data, antara lain :
1. Teknik Observasi
     Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandangan-pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.

Kelebihan teknik observasi :
1. data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi.
2. penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, penganalisis dapat mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telah digambarkan oleh teknik pengumpulan data yang lain.
3. dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara,dan sebagainya.

Kekurangan teknik observasi
1. umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
2. pekerjaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan.
3. observasi dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
4. orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutupi kejelekannya.


2. Teknik Wawancara
      Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana. Wawancara memungkinkan analis sistem mendengar tujuan-tujuan, perasaan, pendapat dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para pembuat keputusan organisasional. Teknik wawancara adalah suatu cara atau kepandaian melakukan tanya jawab untuk memperoleh keterangan, informasi dan sejenisnya.

Wawancara berdasarkan cara pelaksanaannya dibagi dua, yaitu :
a. Wawancara Terstruktur adalah wawancara secara terencana yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.
b. Wawancara Tak Terstruktur adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan.

Langkah persiapan wawancara :
1. Membaca materi latar belakang
2. Menetapkan tujuan wawancara
3. Memutuskan siapa yang diwawancarai
4. Menyiapkan orang yang diwawancarai
5. Menentukan jenis dan struktur pertanyaan

Ada dua jenis pertanyaan dalam wawancara :
1. Pertanyaan Terbuka (Open-Ended) => Menggambarkan pilihan bagi orang yang diwawancarai untuk merespons. Mereka terbuka dan bebas merespons. Respons dapat berupa dua kata atau dua paragraf.

contoh : 
- Bagaimana pendapat Anda tentang kondisi bisnis e-commerce di perusahaan Anda ?
- Apa tujuan terpenting departemen Anda ?


2. Pertanyaan Tertutup (Close-Ended) => membatasi respons orang diwawancarai, misalnya pertanyaan dengan dua pilihan yang hanya memungkinkan untuk memilih salah satu dari dua pilihan.

contoh :
- Siapa yang menerima masukan ini ?
- Apakah Anda ingin menerima laporan keuangan Anda setiap bulan ?

Kelebihan teknik wawancara :
1. Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
2. Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang.
3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
4. Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.

Kekurangan teknik wawancara :
1. Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2. Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
3. Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tempat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan ramai.
4. Wawancara sangat mengganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.


3. Kuisioner (Daftar Pertanyaan)
      Suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan penganalisis untuk mengumpulkan data mengenai sikap, kayakinan, perilaku dan karakteristik dari orang-orang utama di dalam organisasi serta pendapat dari responden yang dipilih.

Kelebihan teknik kuisioner :
1. Kuisioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
2. Responden tidak merasa terganggu, karea dapat mengisi kuisioner dengan memilih waktunya sendiri yang paling luang.
3. Kuisioner secara relatif lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
4. Karena kuisioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden, maka hasilnya dapat lebih objektif.

Kekurangan teknik kuisioner :
1. Kuisioner tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan dengan sepenuh hati.
2. Kuisioner cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus dijawab terbatas yang dicantumkan di kuisioner saja, dan tidak dapat dikembangkan lagi sesuai dengan situasinya.
3. Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan bersama-sama dengan daftar pertanyaan, lainnya dengan observasi yang dapat sekaligus mengumpulkan sampel.
4. Kuisioner yang lengkap sulit untuk dibuat.

Tipe Kuisioner 
Ada dua jenis format kuisioner, yaitu format bebas (Free Format) dan format pasti (Fixed Format). Dalam kuisioner dapat hanya hanya berbentuk format beba saja atau format pasti saja atau gabungan dari keduanya.

Kuisioner Format Bebas
Berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh responden di tempat yang sudah disediakan.

Kuisioner Format Pasti
Kuisioner tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan :
a. Check-off Questions => Jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.
b. Yes/No Questions => Jenis dari pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab "Ya" atau "Tidak".
c. Opinion/Choice Questions => Jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan pendapatnya.


4. Teknik Sampel
       Pengambilan sampel (sampling) adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh lainnya. Sebagian item yang dipilih disebut sampel-sampel (samples), sedang seluruh item yang ada disebut populasi (population).

Cara pengambilan sampel :
1. Pengambilan sampel secara keputusan (Judgemental Sampling)
    Adalah penentuan sampel dan pemilihan masing-masing item sampelnya diambil dengan dasar keputusan yang masuk akal menurut si pengambil sampel. Di judgemental sampling, pengetahuan atau opini dan pengalaman si pengambil sampel digunakan untuk menentukan item-item sampel yang akan dipilih dari populasi.
2. Pengambilan sampel secara tatistik (Statistical Sampling)
    Adalah pengambilan sampel didasarkan secara random, sehigga semua item-item di populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Karena pengambilan sampel secara statistik, item-item dipilih secara random (random sampling) dan karena semua item-item di populasi mempunyai kesempatan (probabilitas) yang sama untuk terpilih menjadi item sampel, maka disebut juga dengan pengambilan sampel secara probabilitas (probability sampling).




sumber :
Pengertian Wawancara dan Teknik Wawancara http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2035973-pengertian-wawancara-dan-teknik-wawancara/#ixzz1ILgH8XfT
fenni.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Materi+Analisis+Tambahan.pdf 

Saturday, March 19, 2011

Pengenalan Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ilmu untuk mencapai tujuan tertentu. Bisa dikatakan metode ilmiah merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Pentingnya metode ilmiah bukan saja dalam proses penemuan ilmu pengetahuan, namun terlebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan.

Karakteristik dan kriteria dalam metode ilmiah :
  • Bersifat kritis, analitis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
  • Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah, kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
  • Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
  • Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat di[ertanggungjawabkan.
  • Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan,

Langkah-langkah metode ilmiah :
  1. Menyusun Rumusan Masalah : merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
  2. Menyusun Kerangka Teori : merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahannya.
  3. Merumuskan Hipotesis : merupakan jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka teori atau berpikir yang dikembangkan.
  4. Pengujian Hipotesis : pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperhatikan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
  5. Mengolah dan Menganalisis Data :
  6. Menarik Kesimpulan : penilaian apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak

Thursday, February 24, 2011

Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi berasal dari kata de dan ducere yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka deduksi merupakan proses berpikir  dari pengetahuan universal ke singular atau individual.

Penalaran Deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.

Contoh klasik dari penalaran deduktif :

  • semua manusia pasti mati (premis mayor)
  • sokrates adalah manusia (premis minor)
  • sokrates pasti mati. (kesimpulan)

Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita pada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat.

Corak berpikir deduktif : silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme disjungtif atau silogisme alternatif, entinem, rantai deduksi.

Silogisme 
adalah suatu bentuk penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi(pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.

Silogisme Kategorial
adalah argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.

premis umum => premis mayor (My)
premis khusus => premis minor (Mn)
kesimpulan => premis kesimpulan (K)


contoh :

My : Semua mahluk hidup adalah ciptaan Tuhan
Mn : Budi adalah mahluk hidup
K   : Budi adalah ciptaan Tuhan




Silogisme Hipotesis / Hipotesis Pengandaian
adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesa. Premis mayornya mengantung pernyataan yang bersifat hipotetis.


Rumus : Jika P, maka Q


Contoh :
My : Jika hari ini hujan, maka aku tidak pergi kuliah
Mn : Hari ini tidak hujan
K   : Aku pergi kuliah




Silogisme Disjungtif / Silogisme Alternatif
adalah silogisme yang proporsi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan atau pilihan. Sedangkan proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Kesimpulan tergantung dari premis minornya.


Contoh :
My : Reva ada di rumah atau di kampuz
Mn : Reva ada di rumah
K   : Reva tidak di kampuz


Entinem
adalah penalaran deduksi secara langsung. Entinem berasal dari kata Enthymeme, enthymema (Yunani) yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’
Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.







sumber :

  http://ati.staff.gunadarma.ac.id
 


Wednesday, February 23, 2011

Penalaran Induktif


Proses bernalar atau penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran tersebut. disini akan dibahas mengenai Penalaran Induktif.

Penalaran Induktif
adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas  fakta-fakta yang bersifat khusus. prosesnya disebut induksi. Penalaran induktif merupakan generalisasi, analogi atau hubungan sebab-akibat.

Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan  sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa, yaitu dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data tersebut. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

contoh : 


Setelah melihat hasil nilai semester ganjil tahun ajaran 2010/2011, ternyata Reva mendapat nilai A untuk mata kuliah Elektronika lanjut, pemrograman devais fpga dan pengolahan sinyal digital. Nilai B untuk 2 mata kuliah lainnya. Boleh dikatakan, reva mendapat hasil yang memuaskan pada semester ganjil ini.

Analogi adalah penalaran induktif gengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, anda dapat menarik kesimpulan.

Contoh :

Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak. Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

Hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Pengertian lainnya, hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akubat.
 
contoh : 

Kemarau tahun ini cukup panjang. sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap airbanyak yang ditebang. disamping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Hubungan akibat-sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat. kemudian fakta iru dianalisis untuk diambil kesimpulan.

contoh :

Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak memuaskan. banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang hama. banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik. bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. semua itu akibat dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.






sumber :

http://duniaparagraf-duniaparagraf.blogspot.com/